<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>OPOTHOCIP</title>
	<atom:link href="http://ncips.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ncips.wordpress.com</link>
	<description>Selentingan, Selewatan, Sembarangan ....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2010 05:05:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ncips.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>OPOTHOCIP</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ncips.wordpress.com/osd.xml" title="OPOTHOCIP" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ncips.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>&#8220;Untuk Timnas&#8221;(Indonesia 2 &#8211; 4 Malaysia). It&#8217;s all about &#8220;mental&#8221;</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2010/12/30/untuk-timnasindonesia-2-4-malaysia-its-all-about-mental/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2010/12/30/untuk-timnasindonesia-2-4-malaysia-its-all-about-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 05:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Piala AFF berakhir sudah. Perhelatan telah ditutup. Juara telah ditahbiskan. Malaysia, sang juara baru, telah memperlihatkan perkembangan sepakbolanya dan telah menunjukkan kepada kita bangsa Indonesia bahwa perkara menang dan kalah bukanlah persoalan skill dan kualitas semata. Mereka menunjukkan bahwa mental yang kuat dapat berubah menjadi kemenangan. Ya, kemenangan. Pada akhirnya Malaysia menjadi juaranya. Catatan 6 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=84&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Piala AFF berakhir sudah. Perhelatan telah ditutup. Juara telah ditahbiskan. Malaysia, sang juara baru, telah memperlihatkan perkembangan sepakbolanya dan telah menunjukkan kepada kita bangsa Indonesia bahwa perkara menang dan kalah bukanlah persoalan skill dan kualitas semata. Mereka menunjukkan bahwa mental yang kuat dapat berubah menjadi kemenangan.</p>
<p>Ya, kemenangan. Pada akhirnya Malaysia menjadi juaranya. Catatan 6 kali menang 1 kali kalah bagi Indonesia dan 3 kali menang 2 kali seri 2 kali kalah bagi Malaysia hanya tinggal catatan semata.</p>
<p>Tapi, kekalahan adalah hikmah.<br />
Kesalahan adalah pelajaran.<br />
Kejadian dapat membawa berkah, bagi yang mau melihat.</p>
<p>Saat pemain-pemain Indonesia &#8220;ngambek&#8221; karena laser, saat Maman dan Ridwan melakukan blunder fatal, saat pemain-pemain timnas berlari kesana kemari mencari bola yang seperti tidak kelihatan di Lapangan Bukit Jalil, dan saat Firman gagal mengeksekusi penalti adalah pertunjukan betapa buruknya mental pemain Indonesia&#8230;</p>
<p>Terlalu lama timnas dihujat,<br />
Terlalu sering kegagalan mereka dianggap kesalahan,<br />
Terlalu cepat rakyat menganggap kemenangan-kemenangan itu sebagai trofi.</p>
<p>Betul, pemain Indonesia sangat takut akan kegagalan. Rakyat melakukan perayaan besar-besaran setelah mereka menang atas Thailand dan Filipina. Indonesia pernah ke final 4 kali tapi selalu gagal. Mereka tak ingin gagal lagi!! Jika gagal kami akan dihujat banyak orang, jika kami gagal akan terjadi kerusuhan, jika kami gagal&#8230;&#8230;</p>
<p>Ya, mental mereka telah jatuh sebelum pertandingan final dimulai. Urat-urat mereka telah lama menegang sebelum peluit awal pertandingan berbunyi. Mereka lupa bahwa sepakbola adalah permainan; dalam permainan akhirnya selalu ada menang dan kalah. Mereka lupa bahwa awalnya mereka bermain sepakbola karena mereka suka sepakbola, karena mereka mencintai sepakbola. Leg 1 menjadi sebuah pertunjukan mental mereka&#8230;&#8230; <em>(saya rasa disini Riedl pun tersentak, ada apa dengan mereka?)</em></p>
<p>Leg 2 berjalan lebih baik. Suntikan moral pelatih cukup membantu, tapi sedikit, hanya sedikit. Hingga bukti muncul, Firman pun gagal penalti. Tapi sorak sorai penonton yang membahana selalu memberi mereka motivasi dan semangat mulai mengikis mental buruk itu. Mereka kembali berjuang dengan mental yang selama ini seharusnya mereka jaga. Tapi kenyataan berkata lain, bunyi peluit! Babak pertama berakhir&#8230;</p>
<p>Babak kedua dimulai. Mereka harus membangun kembali semangat yang sama. Tapi fisik mulai bicara, cedera mulai kembali terasa. Setelah menyerang ke depan sulit untuk kembali ke belakang. Gol! 0-1 untuk Malaysia. Mereka tak sempat lagi memikirkan sakitnya gol tersebut, mereka harus kembali berjuang. Tanpa sadar mereka kembali bermain sepakbola, bermain karena mereka suka, bermain karena mereka mencintai sepakbola. Akhirnya peluit panjang berbunyi, 2-1, kami menang, tapi kami kalah&#8230;..</p>
<p>Timnas pasti kecewa. Begitupun kami rakyat Indonesia. Tapi kami mencintai perjuangan kalian. Perjuangan kalian ketika mental terbaik itu kembali datang. </p>
<p>Kami rakyat Indonesia juga belajar untuk menjadi pendukung sejati. Sama seperti kalian yang belajar meningkatkan kualitas dan perjuangan kalian. Jadi, kami rasa sekaranglah saatnya kalian belajar untuk memiliki mental juara.<br />
Jangan lagi takut berada di final. Jangan lagi grogi bermain di final.<br />
Jangan lagi takut kami menghujat. Jangan lagi grogi karena kerusuhan.<br />
Karena kalian suka sepakbola.<br />
Karena kalian cinta sepakbola.<br />
Karena kami akan selalu mendukung kalian.<br />
Karena kami sudah belajar mendukung kalian, untuk memiliki mental mendukung kalian.<br />
Dan karena kita semua cinta Indonesia!<br />
Terbanglah lebih tinggi lagi Garuda!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=84&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2010/12/30/untuk-timnasindonesia-2-4-malaysia-its-all-about-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Potret Penelitian di Indonesia</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2009/12/18/potret-penelitian-di-indonesia/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2009/12/18/potret-penelitian-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 14:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya penelitian sangat penting dalam menentukan maju serta berkembang tidaknya suatu Negara.. Ketua LIPI menyatakan bahwa hal ini akan sangat jelas jika kita melihat negara berkembang seperti Cina, India, dan Pakistan (Kompas 10 September 2003). Presiden kita pada dasarnya meminta para ilmuwan untuk memikirkan, mengapa bangsa kita dahulu mampu membangun Borobudur? Mengapa kita dahulu bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=77&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya penelitian sangat penting dalam menentukan maju serta berkembang tidaknya suatu Negara.. Ketua LIPI menyatakan bahwa hal ini akan sangat jelas jika kita melihat negara berkembang seperti Cina,  India, dan Pakistan (Kompas 10 September 2003).</p>
<p>Presiden kita pada dasarnya meminta para ilmuwan untuk memikirkan, mengapa bangsa kita dahulu mampu membangun Borobudur? Mengapa kita dahulu bisa dan tercatat, mengapa sekarang tidak? Dahi saya berkerenyit, tampaknya Presiden kita kurang menerima informasi betapa pimpinan negara berkembang seperti Cina begitu <em>getolnya </em>mendukung penelitian.<span id="more-77"></span></p>
<p><a href="http://ncips.files.wordpress.com/2009/12/paper1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-81" title="data jumlah publikasi riset Indonesia dibanding negara tetangga" src="http://ncips.files.wordpress.com/2009/12/paper1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong>Gambar 1. </strong>Rendahnya jumlah publikasi riset dari Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga (Terry Mart,UI)</p>
<p>“Amerika di bawah pemerintahan Barack Obama baru mulai fokus dan sudah mengalokasikan dana sekitar 28, 9 persen untuk riset bioteknologi” (LIPI, <em><a href="http://www.forumsdm.org/">www.forumsdm.org</a></em>).</p>
<p>“Akibat kurangnya daya serap dana insentif bagi periset dan perekayasa tahun 2009, pemerintah memutuskan mengurangi alokasi anggaran dana riset hingga 39 persen untuk tahun 2010” (KOMPAS, 19 Oktober 2009).</p>
<p>“Sumber daya manusia Indonesia belum siap bekerja dengan sistem yang baik serta lemahnya dukungan infrastruktur. “Metode, peralatan, penghargaan yang kurang, koordinasi, dan banyak hal” (Gunawan Setyo Prabodo, LAPAN).</p>
<p>Suatu paper dikatakan berkualitas jika semakin banyak orang lain yang karya papernya mengacu pada paper tersebut. Topcite Olympics 2004 menempatkan Amerika Serikat sebagai negara yang paling banyak menghasilkan paper yang berkualitas (paling banyak diacu oleh paper lain).</p>
<p><em><strong>Kurangnya Minat dan Kesadaran Mengenai Penelitian di Indonesia</strong><strong> </strong></em></p>
<p>Kurangnya kesadaran dan minat kearah penelitian sangat memicu kemunduran penelitian di Indonesia., Dari 130 ribu jenis tumbuhan paku-pakuan yang ada di Indonesia, jumlah peneliti yang fokus mempelajarinya kurang dari 10 orang (Koran Jakarta, 6 Desember 2009)..</p>
<p>Untungnya, mereka dapat menerima kenyataan tersebut. Dapat dibayangkan betapa sulitnya untuk tetap konsisten di bidang ini. “Saya juga tidak dapat menahan salah seorang staf dari grup saya yang mendapat posisi sebagai <em>research associate </em>di salah satu universitas di Amerika untuk tetap tinggal di republik ini karena saya tidak dapat menjanjikan apa-apa”(Terry Mart,UI).</p>
<p><em><strong>Faktor Penyebab Sulitnya Perkembangan Penelitian di Indonesia (</strong><strong>Penelitian Teori pun Sulit!)</strong></em><strong> </strong></p>
<p>Banyak yang berpendapat bahwa ilmuwan di negara kita yang bergerak di bidang teori fisika atau kimia dapat lebih mudah berkontribusi di komunitas internasional. Tentu saja pendapat ini sangat menyesatkan.</p>
<p>Banyak pula anggapan bahwa seorang teoritikus hanya membutuhkan selembar kertas dan sebatang pensil, sehingga biaya penelitian sangat murah. Anggapan ini sama gegabahnya dengan anggapan bahwa seorang petani hanya membutuhkan sebatang cangkul dan sebidang tanah untuk dapat menjadi pengekspor beras yang dapat bersaing di pasar internasional. Justru apa yang saya lihat adalah kebalikannya. Banyak sekali peneliti-peneliti eksperimental dapat berkarya di taraf internasional secara konsisten hingga mereka memasuki masa pensiun. Dua di antara mereka yang sangat mudah saya ingat adalah Prof. Muhammad Barmawi dan Prof. Tjia May On dari ITB Bandung. Lalu apa yang membuat penelitian bidang teori sulit dilakukan di negara kita. Jawabannya pernah dilontarkan oleh Prof. Tjia: <em>you have to be unusual</em>. Beliau sendiri aslinya adalah seorang fisikawan partikel teori, namun karena kondisi saat itu ia (bersama-sama dengan Prof. Barmawi) beralih ke eksperimen.</p>
<p>Dukungan infrastruktur juga masih lemah. Untuk tetap dapat <em>survive </em>di bidang ini seorang peneliti harus selalu berada dekat dengan komunitasnya. Komunikasi dengan internet memang membantu, namun tidak seefektif jika para peneliti dapat bertatap muka, duduk bersama-sama dengan koleganya dari mancanegara untuk mendiskusikan problem penelitiannya tanpa diganggu pekerjaan-pekerjaan lain.</p>
<p>Faktor lain yang memang alami adalah faktor publikasi. Mungkin karena membuat suatu teori jauh lebih cepat dibandingkan dengan melakukan eksperimen, konsekuensinya hanya sekitar 20% paper di bidang ini yang diterima untuk di publikasi di jurnal-jurnal internasional, sementara sisanya ditolak. Hal yang berbeda terjadi pada penelitian eksperimen, di mana hanya sekitar 20% paper eksperimen yang ditolak.</p>
<p>Kesemua problem di atas mungkin bukan apa-apa jika dibandingkan dengan problem kreativitas. Dibutuhkan kreativitas dalam menghasilkan ide untuk menghasilkan suatu penelitian.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em><strong>Kurangnya Mentalitas yang Percaya Diri Dan Mandiri</strong></em></p>
<p>Besar dana total yang kita keluarkan untuk riset, dan faktor-faktor lainnya mungkin tidak akan menemukan penyelesaian jika masalah sebenarnya dari suatu bangsa adalah mental. Pada kenyataannya, demikianlah bangsa kita.</p>
<p>Panjangnya masa penjajahan di negeri ini sesungguhnya menjadi faktor pemicu paling kuat dalam membentuk mental bangsa ini. Membentuk budaya bangsa ini. Masa 3,5 abad berada di bawah kaki Belanda telah menghancurkan harga diri bangsa yang begitu cemerlang di masa lalu. Borobudur dan Prambanan yang dahulu menjadi kebanggaan bangsa menjadi tidak berarti apa-apa oleh karena penderitaan panjang bangsa ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em><strong>Ambisi dan Wawasan</strong></em></p>
<p>Fisikawan Pakistan peraih hadiah Nobel almarhum Abdus Salam pernah mengatakan bahwa salah satu kelemahan ilmuwan di negara-negara berkembang adalah kurangnya ambisi untuk menguasai sains dan teknologi. Hal ini mungkin disebabkan oleh latar belakang budaya serta kurangnya wawasan sains dari para pemimpinnya.</p>
<p>Faktor lain yang juga kurang mendukung adalah minimnya wawasan sains dari para pemimpin republik ini. Tidak pernah terdengar gagasan cemerlang dari para pemimpin bahwa investasi di bidang ilmu dasar merupakan tabungan masa depan yang sangat berharga. Para pemimpin juga berpikir instan, untuk apa membiayai penelitian yang mengawang-awang dan tidak membumi namun membutuhkan biaya mahal. Ada pula anggapan bahwa penelitian ilmu dasar tidak mendukung pembangunan nasional karena saat ini tidak dibutuhkan rakyat dan penelitian ilmu dasar seharusnya digali dari tradisi dan kejayaan bangsa di masa lalu. Kesemuanya menunjukkan kurangnya wawasan sains dari para pemimpin republik ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em><strong>Bukan Hanya Misi Sosial</strong></em></p>
<p>Banyak orang beranggapan bahwa misi yang diemban oleh peneliti ilmu dasar adalah misi sosial, karena sifat ilmu dasar yang lebih ditujukan untuk menyibak rahasia alam atau menjelaskan mekanisme proses-proses yang berlangsung di alam. Banyak pula yang beranggapan bahwa penelitian ilmu dasar hanyalah untuk memuaskan dahaga keingintahuan para ilmuwan. Pendapat ini tentu saja tidak bisa disalahkan, karena memang kedua hal tersebut merupakan pemicu utama aktivitas penelitian di bidang ini.</p>
<p>Namun, manfaat penelitian tidak hanya berhenti di sana.</p>
<p>Penelitian ilmu dasar tidak pernah henti-hentinya mendorong manusia hingga ke batas kemampuannya. Di dalam penelitian fisika partikel, misalnya, dibutuhkan medan magnet dan listrik sekuat mungkin guna mendorong partikel untuk bergerak secepat mungkin sambil menjaga lintasannya seakurat mungkin. Untuk membuat medan magnet yang sangat kuat dibutuhkan superkonduktor yang sangat stabil serta pendingin untuk temperatur sangat rendah. Teknologi yang ada kadang-kadang belum dapat mengakomodir keperluan ini. Namun, keterbatasan teknologi sering melahirkan inovasi-inovasi baru yang memiliki aplikasi luas meski tidak pernah diduga sebelumnya.</p>
<p>Dengan demikian dana yang ada dapat dipakai untuk mengembangkan seluruh aspek kehidupan dalam suatu Negara, baik ilmu pengetahuan maupun teknologi dan industri.</p>
<p><em><strong>Insight</strong></em></p>
<p>Dari pembahasan di atas jelas bahwa problem penelitian di Indonesia bukanlah hal sederhana. Solusinya pun tidak sederhana, karena banyak faktor yang “mendukung” problem tersebut, mulai dari si peneliti hingga system yang berlaku di republik ini. Meski demikian bukan berarti tidak ada jalan keluar dari permasalahan besar ini. Dari beberapa rekomendasi yang diajukan di atas terlihat bahwa peran serta pemerintah merupakan kunci keberhasilan kita untuk melewati tantangan ini.</p>
<p><strong>5. Saran</strong></p>
<p><strong> </strong>Selama ini, kekurangan dana baik untuk penelitian maupun untuk biaya hidup si peneliti telah menjadi semacam “<em>excuse</em>” untuk tidak melakukan riset. Meski di satu sisi anggapan ini dapat benar, namun disisi lain anggapan ini dapat menjadi berbahaya. Untuk dapat melakukan penelitian, bukan hanya biaya yang diperlukan. Kemampuan sang peneliti serta lingkungannya merupakan faktor yang sangat menentukan. Jika dana ada namun sang peneliti tidak mampu melakukan penelitian sendiri (karena selalu dibimbing oleh peneliti senior atau mantan Profesornya) tentu saja penelitian tidak akan berjalan. Jika lingkungan tidak menghargai penelitian atau peraturan yang ada tidak memaksa peneliti untuk melakukan penelitian, maka si peneliti akan kehilangan motivasi. Dengan kondisi yang ada saat ini, tampaknya bukan hanya uang yang menjadi masalah penelitian di Indonesia. Sudah saatnya kita menata ulang manajemen riset kita (yang mungkin belum pernah ada).</p>
<p>Transformasi beberapa universitas negeri menjadi BHMN serta komitmen beberapa universitas untuk menjadi <em>research university </em>merupakan momen yang sangat potensial untuk digunakan. Para profesor sebagai ujung tombak penelitian harus di”paksa” untuk profesional. Keprofesionalan mereka dapat dengan mudah diukur dari lamanya waktu yang mereka habiskan di laboratorium dibandingkan waktu yang dihabiskan di luar sebagai konsultan, dosen, atau rektor universitas swasta, misalnya.</p>
<p>Dalam kondisi infra-struktur dan keuangan yang serba terbatas tidak ada cara lain bagi pemerintah kita selain memperkerjakan para peneliti militan. Apa yang saya maksud dengan peneliti militan ini adalah peneliti yang sanggup hidup di bawah garis kemakmuran (bukan garis kemiskinan) sambil melakukan penelitian yang bertaraf internasional. Peneliti yang realistis dan pragmatis tentu saja hanya akan berhasil di negara maju, namun seorang peneliti militan akan menggunakan segenap cara untuk terus eksis dalam komunitasnya.</p>
<p>Proses penetapan riset unggulan harus bersifat <em>bottom-up</em>. Selama ini proses tersebut dilakukan oleh para birokrat (<em>top-down</em>). Kalaupun melibatkan segelintir peneliti, maka hanya peneliti kalangan atas yang didengar. Sementara keinginan serta keunggulan mayoritas para peneliti yang berkutat di dalam laboratorium tidak pernah diketahui. Proses yang terjadi selama ini dapat diibaratkan membangun atap rumah tanpa mempedulikan tiang dan pondasinya. Agar dapat bersifat <em>bottom-up </em>pemerintah harus memfasilitasi pembentukan dan pertemuan (berupa workshop) para peneliti sebidang.</p>
<p>Kriteria riset yang baik pun harus dikaji ulang. Agak sulit untuk mendapatkan criteria baku bagi semua disiplin ilmu, namun untuk bidang sains dan teknologi tampaknya riset yang baik akan menghasilkan paling tidak satu dari tiga poin berikut:</p>
<ol>
<li><em>Produk      atau inovasi baru yang bermanfaat untuk industri </em></li>
<li><em>Paten</em></li>
<li><em>Publikasi      di jurnal internasional.</em></li>
</ol>
<p>Pada akhirnya marilah kita selalu berusaha mengembangkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan kehidupan kita bersama di masa depan. Segala jenis penelitian, asal dilakukan dengan kaidah dan kualitas yang baik akan dapat “dijual” dan sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia.</p>
<p><em><strong>Referensi</strong></em></p>
<ol>
<li>“Jangan Abaikan      Penelitian yang Bersifat Fundamental”, Kompas, 10 September 2003.</li>
<li><a href="http://www.indonesiabuku.com/">www.indonesiabuku.com</a>.</li>
<li>David C. Stolinsky      and Ellis Rubinstein, “China&#8217;s      Leader Commits to Basic Research, Global Science”, <em>Science </em><strong>289</strong>, 548, 2000.</li>
<li>Salomo Simanungkalit, “Tjia May      On”, Kompas, 31 Maret 2002.</li>
<li>Terry Mart, “Manajemen Riset Kita      Salah”, Kompas, Rabu, 9 Maret 2005.</li>
<li><a href="http://www.kompas.com/">www.kompas.com</a></li>
<li><a href="http://www.forumsdm.org/">www.forumsdm.org</a></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=77&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2009/12/18/potret-penelitian-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2009/12/paper1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">data jumlah publikasi riset Indonesia dibanding negara tetangga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat Apa Nulis&#8230;?</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2007/11/27/buat-apa-nulis/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2007/11/27/buat-apa-nulis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 00:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/2007/11/27/buat-apa-nulis/</guid>
		<description><![CDATA[Begitu tersadar, ternyata waktu sudah berjalan berbulan-bulan cuma untuk mikirin pertanyaan : Buat apa sih gue nulis di blog? hehehe&#8230;.Gitu deh kira-kira cara gue ngeles kalo ditanyain ko lama ga nulis-nulis lagi. Ga dink, itu pertanyaan bodoh, bener2 pertanyaan bodoh karena kita ga bakal dapet jawabannya kalo kita mikirin pertanyaan itu. Mau meres otak, dipilin-pilin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=75&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu tersadar, ternyata waktu sudah berjalan berbulan-bulan cuma untuk mikirin pertanyaan : Buat apa sih gue nulis di blog? hehehe&#8230;.Gitu deh kira-kira cara gue ngeles kalo ditanyain ko lama ga nulis-nulis lagi.</p>
<p>Ga dink, itu pertanyaan bodoh, bener2 pertanyaan bodoh karena kita ga bakal dapet jawabannya kalo kita mikirin pertanyaan itu. Mau meres otak, dipilin-pilin tuh otak, ampe dibejek-bejek kek sekalian ga bakal deh dapet jawaban yang ok. Mungkin kalo untuk sekedar jawaban yang memuaskan kita sendiri seh bisa aja.</p>
<p>Mo tau jawabannya? coba deh nulis terus, suatu saat dikau bakal tau jawabannya. So, kita bakal dapet jawabannya dengan melakukannya. Kita bakal tau jawabannya dengan melihat tulisan kita, kita bakal tau jawabannya saat kita beristirahat sesaat, n kita bakal tau jawabannya dengan melihat tulisan kita ke belakang. Kalo udah sampe situ, kita akan ngeliat jawaban-jawaban pertanyaan kita seperti jalan-jalan yang berada dalam jalur-jalur waktu di depan kita nanti.</p>
<p>Hehehe, ga usah bingung deh sama kata-kata gue di atas. Pokonya Silakan Baca-Mari Baca n Silakan Menulis-Mari Menulis, OK!!</p>
<p>Siip, Ngono ae ko repot <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=75&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2007/11/27/buat-apa-nulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mental Indonesia</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2007/05/02/mental-indonesia/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2007/05/02/mental-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2007 06:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/2007/05/02/mental-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita kumpulkan kejadian-kejadian dan kondisi yang menimpa Indonesia tercinta ini mungkin kita bisa menarik suatu kesimpulan sebetulnya bagaimana mental orang Indonesia atau apa yang terjadi pada mental kita sbagai pribadi maupun bangsa.. Banyak kecelakaan transportasi terjadi baik darat, laut, maupun udara&#8230;(kecenderungan tingkat manajemen yang rendah, tidak mau belajar dari kesalahan, atau tidak ada keinginan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=68&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita kumpulkan kejadian-kejadian dan kondisi yang menimpa Indonesia tercinta ini mungkin kita bisa menarik suatu kesimpulan sebetulnya bagaimana mental orang Indonesia atau apa yang terjadi pada mental kita sbagai pribadi maupun bangsa..<br />
Banyak kecelakaan transportasi terjadi baik darat, laut, maupun udara&#8230;(kecenderungan tingkat manajemen yang rendah, tidak mau belajar dari kesalahan, atau tidak ada keinginan untuk belajar??)<br />
Kejahatan yang semakin merajalela (menipisnya nilai nurani, berkurangnya kemampuan menentukan rasio, atau tuntutan hidup yang keras merubah kejahatan jadi kebaikan&#8230;)<br />
Bencana datang silih berganti (kecenderungan lebih mampu merusak ketimbang membangun dan melestarikan..?, kecintaan terhadap materi mengalahkan segalanya, ataukah ini memang hukuman dari_NYA karena segala kesalahan kita?)</p>
<p>Hahaha&#8230; ternyata memang jauh lebih mudah mencari kesalahan dari pada kebaikannya, hhh&#8230;..begitulah manusia</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/68/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/68/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=68&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2007/05/02/mental-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IPDN = ?</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2007/04/17/ipdn/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2007/04/17/ipdn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 06:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/2007/04/17/ipdn/</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira apa ya yang bisa menerangkan apa itu IPDN..? Institut Penganiayaan Dalam Negeri, Institut Pembunuhan Dalam Negeri, Inilah Potret Dalam Negeri, Ingin Puas Dapet Naas, &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230; apa lagi ya&#8230;?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=65&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kira-kira apa ya yang bisa menerangkan apa itu IPDN..?</p>
<p>Institut Penganiayaan Dalam Negeri,</p>
<p>Institut Pembunuhan Dalam Negeri,</p>
<p>Inilah Potret Dalam Negeri,</p>
<p>Ingin Puas Dapet Naas,</p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>apa lagi ya&#8230;?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=65&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2007/04/17/ipdn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan tentang motivasi</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2006/11/20/tulisan-tentang-motivasi/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2006/11/20/tulisan-tentang-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2006 11:24:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-hariku]]></category>
		<category><![CDATA[lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/2006/11/20/tulisan-tentang-motivasi/</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang keinginan saya di masa depan nanti. Apa yang saya inginkan? Ingin seperti apa saya nanti? Bagaimana cara saya mencapainya? Dan yang terakhir, apakah saya akan berhasil mencapainya? Seseorang yang memiliki cita-cita atau impian biasanya memiliki bayangan tentang bagaimana caranya mencapai impian yang ingin diwujudkannya, jalur apa yang akan dilaluinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=64&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang keinginan saya di masa depan nanti. Apa yang saya inginkan? Ingin seperti apa saya nanti? Bagaimana cara saya mencapainya? Dan yang terakhir, apakah saya akan berhasil mencapainya?</p>
<p>Seseorang yang memiliki cita-cita atau impian biasanya memiliki bayangan tentang bagaimana caranya mencapai impian yang ingin diwujudkannya, jalur apa yang akan dilaluinya untuk mencapai impian itu, bahkan walaupun logika manusia menyatakan hanya satu itu jalur menuju ke sana&#8230;,hanya satu itu caranya ke sana&#8230;. Begitu egoisnya dirinya sampa-sampai dia sendiri yang menciptakan jalur untuk mencapai impiannya sendiri. Tapi bukankah dengan begitu terbentuk keinginan yang kuat untuk berhasil&#8230;&#8230;..saya tak bisa menyangkalnya, tentu saja.</p>
<p>Namun, diluar semua itu ada makhluk yang bernama tantangan dan hambatan yang seringkali dianggap sebagai musuh dalam mencapai impian itu. sebenarnya ada makhluk lain yang sering diperdebatkan orang, yaitu kenyataan. Tapi sayangnya saya tidak termasuk ke dalam orang-orang tersebut <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Bila akhirnya logika kita manusia mengatakan jalur kita mencapai impian sudah tertutup, terjadi kegundahan dalam diri saya. Timbul pertanyaan-pertanyaan&#8230;</p>
<p>Apakah saya harus merubah impian saya? Bagaimana jika itu adalah satu-satunya impian saya? Adakah yang bisa memberikan kepastian kepada saya bahwa ada jalur lain untuk mencapainya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=64&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2006/11/20/tulisan-tentang-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan Aku&#8230;.</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2006/09/13/maafkan-aku/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2006/09/13/maafkan-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Sep 2006 04:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ncips.wordpress.com/2006/09/13/maafkan-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Lama waktu berlalu tak terasa 3 bulan berjalan banyak yang terjadi padaku hingga kulupa padamu kawan maafkan aku&#8230; lama sekali ku tak bicara lama sekali kutak berbagi egois bisu maafkan aku&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=62&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lama waktu berlalu</p>
<p>tak terasa 3 bulan berjalan</p>
<p>banyak yang terjadi padaku</p>
<p>hingga kulupa padamu kawan</p>
<p>maafkan aku&#8230;</p>
<p>lama sekali ku tak bicara</p>
<p>lama sekali kutak berbagi</p>
<p>egois</p>
<p>bisu</p>
<p>maafkan aku&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=62&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2006/09/13/maafkan-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minggu Pertama di Tempat Baru</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2006/07/11/minggu-pertama-di-tempat-baru/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2006/07/11/minggu-pertama-di-tempat-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2006 08:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-hariku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ncips.wordpress.com/2006/07/11/minggu-pertama-di-tempat-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Yang terpikir pertama kali ketika aku pindah di tempat kerja yang baru yaitu bingung bagaimana caranya supaya bisa nulis blog &#38; chatting lagi , soalnya disini aku belum mendapatkan fasilitas komputer dan sepertinya masih belum dianggap ada. &#8220;Biasanya ngeblog jadi seperti orang goblog, biasanya chatting jadi seperti orang sinting&#8221; begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=57&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" width="128" src="http://ncips.files.wordpress.com/2006/07/thmb_dsc04756.thumbnail.jpg?w=128&#038;h=96" alt="CPNS BAPETEN" height="96" />Yang terpikir pertama kali ketika aku pindah di tempat kerja yang baru yaitu bingung bagaimana caranya supaya bisa nulis blog &amp; chatting lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> , soalnya disini aku belum mendapatkan fasilitas komputer dan sepertinya masih belum dianggap ada. <em>&#8220;Biasanya ngeblog jadi seperti orang goblog, biasanya chatting jadi seperti orang sinting&#8221;</em> begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan minggu pertamaku di sini..</p>
<p>Minggu kedua telah dimulai, aku sudah mulai melihat sedikit cahaya dan kelihatannya para senior juga karena sepertinya aku sudah mulai dianggap ada. Aku sudah mulai diberikan sedikit otoritas untuk memakai beberapa komputer di sana. Akhirnya dari mencuri-curi waktu di tengah pekerjaanku aku bisa menulis blog yang singkat ini, tapi cukuplah untuk melepas dahagaku selama ini. Rasanya senang sekali&#8230;lega&#8230;dan bisa bernapas lagi&#8230;</p>
<p>Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi lewat tulisanku lagi dalam waktu dekat. Oh ya, tidak lupa kuucapkan &#8220;Adios Germany 2006!&#8221;(hatiku tetap untukmu Jerman)</p>
<p><img align="center" width="100" src="http://ncips.files.wordpress.com/2006/07/2_img_index.jpg?w=100&#038;h=80" alt="germany" height="80" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=57&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2006/07/11/minggu-pertama-di-tempat-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2006/07/thmb_dsc04756.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">CPNS BAPETEN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2006/07/2_img_index.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">germany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Pengamen = Pengemis</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2006/06/28/anak-pengamen-pengemis/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2006/06/28/anak-pengamen-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2006 06:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-hariku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ncips.wordpress.com/2006/06/28/anak-pengamen-pengemis/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, bis kota menjadi teman seperjalananku tiap harinya. Entah karena waktunya yang sama atau memang sudah jodohnya selama dua atau tiga minggu aku selalu bertemu dengan seorang anak pengamen yang sama di bis kota itu. berjalan di lorong pertokoan di Surabaya yang panjang &#8230; bis kota..miring kekiri&#8230; oleh sesaknya para penumpang &#8230;&#8230;.. Itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=54&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, bis kota menjadi teman seperjalananku tiap harinya. Entah karena waktunya yang sama atau memang sudah jodohnya selama dua atau tiga minggu aku selalu bertemu dengan seorang anak pengamen yang sama di bis kota itu.</p>
<p>berjalan di lorong pertokoan<img src="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/foto-faforit-gueastu.thumbnail.jpg?w=72&#038;h=96" alt="astu" align="right" height="96" width="72" /></p>
<p>di Surabaya yang panjang &#8230;</p>
<p>bis kota..miring kekiri&#8230;</p>
<p>oleh sesaknya para penumpang                                                                                    &#8230;&#8230;..</p>
<p>Itu adalah syair yang selalu dinyanyikan olehnya setiap hari di atas bis kota. Aku ingat beberapa hari ini tak ada yang rela memberikan sedikit uangnya kepada bocah itu termasuk aku. Mungkin mereka sudah bosan mendengar lagu itu atau jangan-jangan sudah bosan melihat anak itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Hari ini aku mendapat tempat duduk di bangku paling belakang. Dan seperti kemarin kami para penumpang ditemani oleh nyanyian anak pengamen itu, setelah bernyanyi kulihat tak ada yang memberinya uang, kupikir kasihan juga sudah seminggu ini tak ada yang nyumbang. Akhirnya kuputuskan memberinya sedikit upah. Ketika memberinya sambil iseng aku bilang .&#8221;Dik, lagunya diganti ya jangan sama terus nanti dikira pengemis lho.&#8221; Trus dia menjawab &#8220;Tapi saya kan nyanyi mas&#8221;.&#8221;Iya kamu nyanyi tapi lagunya sama terus, kaya pengemis kan lagunya sama terus &#8216;minta sumbangan&#8217;. kalo pengamen kan menghibur orang lain, nah biar pendengarnya ga bosen  lagunya ganti2 dong skalian biar nyanyinya juga tambah bagus, pasti banyak yang ngasih deh, ok?&#8221;Kataku lagi. Akhirnya dia manggut2 dan bilang mau belajar lagu baru.</p>
<p>Hari selanjutnya aku tak bertemu lagi dengannya di bis.Mudah-mudahan dia tak ada karena benar-benar belajar lagu baru, bukan karena kapok..:)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=54&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2006/06/28/anak-pengamen-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/foto-faforit-gueastu.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">astu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suatu Momen (Antara Soeharto dan Penumpang Kereta Api)</title>
		<link>http://ncips.wordpress.com/2006/06/20/suatu-momen/</link>
		<comments>http://ncips.wordpress.com/2006/06/20/suatu-momen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2006 08:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ncips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari-hariku]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ncips.wordpress.com/2006/06/20/suatu-momen/</guid>
		<description><![CDATA[Satu waktu dalam perjalananku di atas kereta. Kerumunan orang-orang dengan peluhnya ternyata tidak membuat mereka kehilangan semangat dan kegembiraan dalam hari-hari mereka. Aku tersenyum dalam hati..&#34;mungkin karena telah terbiasa. Sambil melihat pemandangan alam yang menampakkan kejujuran Jakarta aku mendengarkan perbincangan beberapa orang di sekitarku. Mereka membicarakan banyak hal dari utara ke selatan daribarat ke timur. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=50&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/soeharto.thumbnail.jpg?w=62&#038;h=96" alt="soeharto.jpg" align="left" height="96" width="62" /><img src="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/kreta.thumbnail.jpg?w=128&#038;h=58" alt="kreta.jpg" align="right" height="58" width="128" />Satu waktu dalam perjalananku di atas kereta. Kerumunan orang-orang dengan peluhnya ternyata tidak membuat mereka kehilangan semangat dan kegembiraan dalam hari-hari mereka. Aku tersenyum dalam hati..&quot;mungkin karena telah terbiasa. Sambil melihat pemandangan alam yang menampakkan kejujuran Jakarta aku mendengarkan perbincangan beberapa orang di sekitarku. Mereka membicarakan banyak hal dari utara ke selatan daribarat ke timur. <span id="more-50"></span>Tapi di antara banyak topik mereka ada beberapa yang menarik perhatian saya, diantaranya :</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">betapa kondisi kereta api      sangat tidak layak ditumpangi (memang benar, tapi ko mereka kelihatan      begitu bahagia ya numpang kreta ini?!..:)) logika saya masih berjalan dan      bisa memahami pilihan mereka&#8230;.</li>
<li class="MsoNormal">betapa angkutan kereta api di      Indonesia      sama sekali tidak aman (menurut saya sedikit benar, tapi ko mereka msh      menjubeli kereta api ya?..:)) logika saya masih berjalan tuk memahami      pilihan mereka&#8230;</li>
<li class="MsoNormal">betapa mereka bangga bisa      naik kereta api tanpa membeli karcis dan tanpa bayar (&#8230;..??) logika saya      berhenti berjalan dan tiba-tiba ko perasaan saya jadi ga enak ya      mendengarnya&#8230;:(</li>
</ul>
<p>Bayangkan saja, kereta kelas ekonomi itu telah melintasi 2 propinsi, dari Merak(Banten) sampai Jakarta (DKI) dengan tarif hanya Rp. 2000,00, dan kaki mereka masih tetap berat melangkah ke loket. Tapi selintas saya berpikir saya jadi tersenyum sendiri, ternyata ada beberapa kesamaan antara mereka dengan mantan Presiden Soeharto yaitu; semakin lama mereka naik kereta mereka semakin merasa memiliki kereta dan memiliki kekuasaan atas kereta itu, seperti Pak Soeharto yang semakin lama menjabat Presiden semakin merasa memiliki kekuasaan atas negara ini ;mereka merasa bangga dengan perbuatan mereka yang jahat dan ngawur itu, seperti Pak Soeharto yang bangga dengan kekuasaannya tanpa memikirkan rakyat itu.</p>
<p>Sejenak saya tertegun, ko pikiran saya jadi ngelantur. Bisa-bisanya dari penumpang kereta ini nyambung ke mantan Presien Soeharto <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Tapi saya jadi sadar siapapun bisa menjadi Presiden negara ini, bahkan mereka juga berbakat jadi Presiden.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ncips.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ncips.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ncips.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ncips.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ncips.wordpress.com&amp;blog=211007&amp;post=50&amp;subd=ncips&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ncips.wordpress.com/2006/06/20/suatu-momen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/61678023be4e531a8768e3a3215f60aa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ncips</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/soeharto.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soeharto.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ncips.files.wordpress.com/2006/06/kreta.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kreta.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
