Akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang keinginan saya di masa depan nanti. Apa yang saya inginkan? Ingin seperti apa saya nanti? Bagaimana cara saya mencapainya? Dan yang terakhir, apakah saya akan berhasil mencapainya?
Seseorang yang memiliki cita-cita atau impian biasanya memiliki bayangan tentang bagaimana caranya mencapai impian yang ingin diwujudkannya, jalur apa yang akan dilaluinya untuk mencapai impian itu, bahkan walaupun logika manusia menyatakan hanya satu itu jalur menuju ke sana…,hanya satu itu caranya ke sana…. Begitu egoisnya dirinya sampa-sampai dia sendiri yang menciptakan jalur untuk mencapai impiannya sendiri. Tapi bukankah dengan begitu terbentuk keinginan yang kuat untuk berhasil……..saya tak bisa menyangkalnya, tentu saja.
Namun, diluar semua itu ada makhluk yang bernama tantangan dan hambatan yang seringkali dianggap sebagai musuh dalam mencapai impian itu. sebenarnya ada makhluk lain yang sering diperdebatkan orang, yaitu kenyataan. Tapi sayangnya saya tidak termasuk ke dalam orang-orang tersebut
.
Bila akhirnya logika kita manusia mengatakan jalur kita mencapai impian sudah tertutup, terjadi kegundahan dalam diri saya. Timbul pertanyaan-pertanyaan…
Apakah saya harus merubah impian saya? Bagaimana jika itu adalah satu-satunya impian saya? Adakah yang bisa memberikan kepastian kepada saya bahwa ada jalur lain untuk mencapainya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya…..

Beberapa hari ini aku sering teringat masa lalu. Aku sangat menggandrungi alam, terutama gunung karena kupikir dia sangat superior dan menonjol di tengah-tengah alam yang lain. Dulu aku sering mendaki gunung bersama teman-teman sekolah, yach sampai saat ini masih di wilayah Jawa memang. Ada selalu yang membuatku teringat kala mendaki; kebersamaan, perjuangan melerai pertentangan antara paru-paru dan udara yang tak mau sejalan dan udara segar dengan pemandangan yang menakjubkan saat kita telah berada di puncak.