![]()
Satu waktu dalam perjalananku di atas kereta. Kerumunan orang-orang dengan peluhnya ternyata tidak membuat mereka kehilangan semangat dan kegembiraan dalam hari-hari mereka. Aku tersenyum dalam hati.."mungkin karena telah terbiasa. Sambil melihat pemandangan alam yang menampakkan kejujuran Jakarta aku mendengarkan perbincangan beberapa orang di sekitarku. Mereka membicarakan banyak hal dari utara ke selatan daribarat ke timur. Tapi di antara banyak topik mereka ada beberapa yang menarik perhatian saya, diantaranya :
- betapa kondisi kereta api sangat tidak layak ditumpangi (memang benar, tapi ko mereka kelihatan begitu bahagia ya numpang kreta ini?!..:)) logika saya masih berjalan dan bisa memahami pilihan mereka….
- betapa angkutan kereta api di Indonesia sama sekali tidak aman (menurut saya sedikit benar, tapi ko mereka msh menjubeli kereta api ya?..:)) logika saya masih berjalan tuk memahami pilihan mereka…
- betapa mereka bangga bisa naik kereta api tanpa membeli karcis dan tanpa bayar (…..??) logika saya berhenti berjalan dan tiba-tiba ko perasaan saya jadi ga enak ya mendengarnya…:(
Bayangkan saja, kereta kelas ekonomi itu telah melintasi 2 propinsi, dari Merak(Banten) sampai Jakarta (DKI) dengan tarif hanya Rp. 2000,00, dan kaki mereka masih tetap berat melangkah ke loket. Tapi selintas saya berpikir saya jadi tersenyum sendiri, ternyata ada beberapa kesamaan antara mereka dengan mantan Presiden Soeharto yaitu; semakin lama mereka naik kereta mereka semakin merasa memiliki kereta dan memiliki kekuasaan atas kereta itu, seperti Pak Soeharto yang semakin lama menjabat Presiden semakin merasa memiliki kekuasaan atas negara ini ;mereka merasa bangga dengan perbuatan mereka yang jahat dan ngawur itu, seperti Pak Soeharto yang bangga dengan kekuasaannya tanpa memikirkan rakyat itu.
Sejenak saya tertegun, ko pikiran saya jadi ngelantur. Bisa-bisanya dari penumpang kereta ini nyambung ke mantan Presien Soeharto
. Tapi saya jadi sadar siapapun bisa menjadi Presiden negara ini, bahkan mereka juga berbakat jadi Presiden.
Juni 22, 2006 pukul 8:44 am |
mas cip ikut ngga bayar juga?
Juni 22, 2006 pukul 8:46 am |
yang punya kereta nih?
Juni 22, 2006 pukul 11:36 am |
lu termasuk yang ngga bayar kan?
Juni 22, 2006 pukul 11:53 am |
susaha amat kasih komen?
Juni 23, 2006 pukul 11:05 am |
mas cip, jangan rapet2 … kasih tuh mas ipul susah mo’ masuk …
Juni 28, 2006 pukul 2:19 pm |
Sebenarnya mereka gak bayar karena kondisi terpaksa sebagaimana mereka naik kereta dan pulang pergi pagi petang membanting tulang di ibukota……..terpaksa demi menyambung hidup, adakah mereka punya pilihan lain lebih baik?
September 15, 2006 pukul 11:19 am |
duh mo ngasih komen apaan yah….
tambahin sendiri deh cip..!!