Anak Pengamen = Pengemis Rabu, Jun 28 2006 

Seperti biasa, bis kota menjadi teman seperjalananku tiap harinya. Entah karena waktunya yang sama atau memang sudah jodohnya selama dua atau tiga minggu aku selalu bertemu dengan seorang anak pengamen yang sama di bis kota itu.

berjalan di lorong pertokoanastu

di Surabaya yang panjang …

bis kota..miring kekiri…

oleh sesaknya para penumpang ……..

Itu adalah syair yang selalu dinyanyikan olehnya setiap hari di atas bis kota. Aku ingat beberapa hari ini tak ada yang rela memberikan sedikit uangnya kepada bocah itu termasuk aku. Mungkin mereka sudah bosan mendengar lagu itu atau jangan-jangan sudah bosan melihat anak itu :) . Hari ini aku mendapat tempat duduk di bangku paling belakang. Dan seperti kemarin kami para penumpang ditemani oleh nyanyian anak pengamen itu, setelah bernyanyi kulihat tak ada yang memberinya uang, kupikir kasihan juga sudah seminggu ini tak ada yang nyumbang. Akhirnya kuputuskan memberinya sedikit upah. Ketika memberinya sambil iseng aku bilang .”Dik, lagunya diganti ya jangan sama terus nanti dikira pengemis lho.” Trus dia menjawab “Tapi saya kan nyanyi mas”.”Iya kamu nyanyi tapi lagunya sama terus, kaya pengemis kan lagunya sama terus ‘minta sumbangan’. kalo pengamen kan menghibur orang lain, nah biar pendengarnya ga bosen lagunya ganti2 dong skalian biar nyanyinya juga tambah bagus, pasti banyak yang ngasih deh, ok?”Kataku lagi. Akhirnya dia manggut2 dan bilang mau belajar lagu baru.

Hari selanjutnya aku tak bertemu lagi dengannya di bis.Mudah-mudahan dia tak ada karena benar-benar belajar lagu baru, bukan karena kapok..:)

Suatu Momen (Antara Soeharto dan Penumpang Kereta Api) Selasa, Jun 20 2006 

soeharto.jpgkreta.jpgSatu waktu dalam perjalananku di atas kereta. Kerumunan orang-orang dengan peluhnya ternyata tidak membuat mereka kehilangan semangat dan kegembiraan dalam hari-hari mereka. Aku tersenyum dalam hati.."mungkin karena telah terbiasa. Sambil melihat pemandangan alam yang menampakkan kejujuran Jakarta aku mendengarkan perbincangan beberapa orang di sekitarku. Mereka membicarakan banyak hal dari utara ke selatan daribarat ke timur. (lagi…)

PENERJEMAH-LANGUAGE TRANSLATOR Kamis, Jun 8 2006 

Ada seorang teman punya kemampuan menterjemahkan bahasa. Dia minta tolong saya untuk diinformasikan ke teman-teman lainnya. Detilnya sebagai berikut :Menerima Terjemahan :

INGGRIS to INDONESIA

INDONESIA ke INGGRIS

Mampu menerjemahkan segala bidang, IPS, IPA, maupun Teknik.

(buku, artikel, skripsi, dan lain-lain)

Kalau ada yang butuh bisa menghubungi

Nomor : 081317890050 atau

Email : translator_cips@hotmail.com

Perlu saya informasikan bahwa Penerjemah sudah sangat berpengalaman menterjemahkan bahasa sejak masa kuliah dulu (sudah terbiasa mencari penghasilan dari sana :) ), saya dulu sempat jadi tim marketingnya yang mencarikan klien-klien untuknya.

GUNUNG MERAPI Rabu, Jun 7 2006 

Sebenarnya aku nulis ini karena lagi bingung mau masukin apa ke blog tapi si mbah sepuh tetap maksa, akhirnya jadilah ini…..yah hitung-hitung info sajalah. Misalnya sudah tahu ya dibuat iseng saja dan misalnya lebih tahu mbok ditambah informasinya. Ok, selamat membaca.

Gunung Merapi termasuk yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di zona ini berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, namun semenjak 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif, sesudahnya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava. Gunung Merapi telah meletus kurang lebih 68 kali. Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, sedang letusan yang lebih besar terjadi 10-15 tahun sekali.

Merapi

Pada tahun 1006 terjadi letusan besar, ketika itu Merapi masih sangat aktif, dan kerap mengeluarkan letusan.Akibat letusan besar itu, seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Bencana itu sebelumnya sudah diperkirakan oleh Van Bemmelen, seorang ahli geologi asal Belanda. Akibat letusan itu pula, membuat kerajaan Mataram Hindu harus berpindah ke Kediri. Merapi menggeliat lagi di tahun 1786, 1822, 1872, dan 1930. Untuk tahun 1930, menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang. Sementara di bulan November 1994 (waktu itu aku sempet rekreasi ke Merapi, sempat kena wedhus gembel lho!!), hembusan awan panas atau “wedhus gembel” meluncur ke bawah menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Menyusul letusan cukup besar tanggal 19 Juli 1998, namun mengarah ke atas hingga tidak memakan korban jiwa. Dan yang terakhir kalo tidak salah tahun 2001 Merapi kembali memanas walaupun tidak terjadi letusan, hanya lelehan lava saja.